Lewoleba, KilatNews – Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, menyurati Gubernur NTT, terkait dengan aktivitas sandar kapal feri di Pelabuhan Feri Waijarang. Daam suratnya nomor B/500.11.1/DISHUB/I/2026 tertanggal 15 Januari 2026. Bupati Kanis Tuaq meminta dukungan dan fasilitasi Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menyelesaikan persoalan terhentinya aktivitas sandar kapal feri di Pelabuhan Feri Waijarang pasca kejadian benturan kapal.
Dalam surat yang ditujukan kepada Gubernur NTT di Kupang
itu, Bupati Lembata menjelaskan bahwa pasca benturan Kapal Feri Inerie II pada
Dermaga Pelabuhan Feri Waijarang, kapal feri tidak lagi melakukan aktivitas
embarkasi dan debarkasi di pelabuhan tersebut.
Kondisi ini berdampak langsung pada terputusnya salah satu
rantai pasok ekonomi dari dan ke Kabupaten Lembata.
Akibat terhentinya layanan kapal feri, masyarakat Lembata
saat ini hanya mengandalkan pengangkutan kebutuhan pokok menggunakan kapal
feri, sehingga dampak ikutan sangat dirasakan, terutama pada distribusi barang
kebutuhan pokok.
Pemerintah
Daerah Kabupaten Lembata, lanjut Bupati, telah melakukan berbagai upaya, di
antaranya berkoordinasi dengan Manajemen ASDP Cabang Kupang baik secara lisan maupun
tertulis terkait kejadian benturan kapal.
Pemda juga telah meminta ASDP melakukan supervisi agar kapal
feri dapat kembali bersandar di Pelabuhan Feri Waijarang. .Tim supervisi dari ASDP Cabang Kupang
telah melakukan asesmen dan menghasilkan berita acara, termasuk rekomendasi
pembersihan kolam labuh agar kapal dapat segera bersandar. Pembersihan kolam
labuh pun telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah.
Namun , manajemen
ASDP masih menilai kondisi dermaga berisiko secara teknis sehingga kapal feri
belum diizinkan bersandar. Pemerintah Daerah menilai alasan tersebut tidak
konsisten, karena pembersihan kolam labuh dilakukan berdasarkan rekomendasi dan
kesepakatan bersama sebagai jaminan kapal dapat kembali sandar, yang dibuktikan
dengan dokumentasi sebelum dan sesudah pembersihan.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemda Lembata juga telah
mengeluarkan surat resmi kepada Manajemen ASDP untuk melakukan uji coba sandar,
disertai komunikasi lisan. Namun hingga kini, permintaan tersebut belum
dipenuhi.
Bupati Lembata
dalam suratnya mengingatkan, jika
kondisi ini terus berlarut-larut, sangat dimungkinkan terjadi lonjakan harga
barang kebutuhan pokok yang dapat berdampak signifikan terhadap inflasi daerah.
Oleh karena itu, Pemerintah Daerah terus mengintensifkan koordinasi agar layanan publik tetap berjalan, sembari berharap Manajemen ASDP segera mengambil sikap, minimal dengan mengizinkan kapal feri kembali bersandar di Pelabuhan Feri Waijarang sambil menunggu proses perbaikan kerusakan yang ada.
Bupati Lembata memohon kepada
Gubernur untuk fasilitasi fasilitasi agar ada keseriusan dari
pihak Manajemen ASDP dalam menemukan solusi terbaik terhadap permasalahan yang
sedang terjadi, (*)

Berita Terkait
Meriah Perayaan Pesta Emas SDI I Waikomo
Veronika Ose : Tantangan Terberat Saat Ini Krisis Panutan dan Lemahnya Etika Kaum Muda
Ketegasan, Disiplin dan Prestasi Musibah Bagi Kapus Ati Toja
Lamban Program MBG Di Lembata, 40 Ribu Lebih Orang Belum Terlayani
Lembata Hampir Tak Bernyawa, PAD Semakin Mundur, Ketergantungan Kepada Pempus 91 Persen .
Veronika Ose “ Membangkitkan Kembali “ Mantan Gubernur NTT Ben Mboi
Bupati Kanis Tuaq dan Tim Asistensi Kemensos RI Jalan Kaki Sepanjang 3 KM
Tenaga Kebersihan Diangkat Menjadi P3K, Sampah Berserakan Sampai Ke Badan Jalan
Bupati Lembata Ziarah Ke Makam Mantan Wakil Bupati Felix Kobun
27 Ribu Anakan Malapari Ditanam Di 9 Kecamatan