Lewoleba,
KilatNewsCom. - Ibarhim Dore Paokuma
(31 tahun) menghembuskan napas terakhirnya di RSUD Lewoleba, Sabtu (1/11/2025) setelah dipukul Rabu
(29/10/2025) yang diduga dilakukan oleh
R.
Kaka sepupu almarhum Ibrahim Dore Paokuma, Muadz Paokuma kepada media ini, di Dolu, Desa
Dolulolong Kecamatan Buyasuri, Rabu (5/11/2025) menjelaskan adik sepupunya bersama dengan Alwi, Rabu (29/10/2025)
jam 3 dini hari pulang pesta dari Peutu Kelikur dengan menggunakan sepeda motor.
Ia mengatakan pelaku bersama temannya membuntut korban dari belakang dengan
menggunakan sepeda motor. Ketika sampai di Kalikur tepatnya di dekat
Masjid, pelaku bersama temannya,
menghentikan korban dan temannya (Alwi).
Pelaku turun dari atas motor, lalu mengamil kayu asam
memukul korban, Pelaku dengan menggunakan dua tangan memegang kayu asam lalu
menghantam korban. Pukulan pertama korban sempat tangkis dengan tangan. Lalu
pukul lagi di bagian kepala namun korban saat itu masih berdiri. Pelaku dengan
menggunakan kayu yang sama menghantam kepala korban untuk ketiga kalinya,
korban akhirnya jatuh.
Muadz Paokuma mengatakan korban sempat dilarikan ke
Puskesmas Wairiang, setelah kepala korban di perban, pihak medis
membolehkan korban pulang ke rumah.
Pihak keluarga sangat menyanyang pihak Puskesmas Wairiang karena korban saat
ini masih lemah namun disuruh pulang. Sampai di rumah kondisi korban semakin
lemah, sehingga dilarikan ke Puskesmas Balauring.
Melihat Lukas korban di bagian kepala dan kondiri korban
maka dokter di Puskesmas Balauring
merujuk korban ke RSUD Lewoleba. Namun, kondisi korban semakin parah, sehingga
Sabtu (1/11/2025) korban menghembuskan napas teraakhirnya.
Ia mengatakan pihak Polsek Wariang sudah menangkap R, yang
diduga pelaku pemukulan korban. Muadz Paokuma mengatakan pihak keluarga sepakat
agar kasus diproses secara hokum dan keluarga juga mendesak agar teman pelaku
yang memboceng pelaku juga segera diproses dan ditahan.
Soal motif Muadz Paokuma tidak tahu, namun dari cerita orang
dan juga korban bahwa sebelumnya ada pesta di Balauring, mereka minum dan ribut,
sehingga ketika korban mengikuti pesta di Peutu , Kelikur, R yang diduga pelaku
pemukulan membutut korban dari belakang. (*)

Berita Terkait
27 Ribu Anakan Malapari Ditanam Di 9 Kecamatan
Tongkat Gembala Berganti, Pemkab Lembata Apresiasi Mgr. Kopong Kung dan Sambut Harapan Baru Uskup Monteiro
Ketegasan, Disiplin dan Prestasi Musibah Bagi Kapus Ati Toja
Dua Dusun KAT Lembata Mendapat Bantuan Rp 1,3 Miliar
Tenaga Kebersihan Diangkat Menjadi P3K, Sampah Berserakan Sampai Ke Badan Jalan
Bupati Lembata: Diaspora Adalah Jembatan Pemasaran UMKM, Pangan, Dan Hasil Laut NTT
Golkar Siap Merebut Kembali Kekuasaan, Jimy Sunur : Jangan Menyerah
Para Peternak Di Kecamatan Nubatukan Mengikuti Pelatihan Budidaya Ternak Ayam Broiler
Istri Berkualitas Tinggi Memiliki 6 Ciri Menurut Psikologi, Karier dan Pintar Memasak Bukan Faktor Penentu
Pesta Emas SDI Waikomo, Kunjung Panti Asuhan Eugene Schmitz