Lewoleba, KiatNews-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena, secara resmi meuncurkan (launching) NTT Mart di Kabupaten Lembata, Kamis (5/2/2026). Kehadiran NTT Mart diharapkan menjadi penggerak baru ekonomi kerakyatan sekaligus pusat pemasaran produk lokal unggulan masyarakat Lembata.
Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam sambutanya, menegaskan bahwa peluncuran
NTT Mart di Kabupaten Lembata bukanlah acara seremonial biasa maupun rutinitas
pemerintahan, melainkan langkah strategis dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan
di NTT. Kehadiran NTT Mart di Lembata menjadi bagian dari jaringan NTT Mart
yang ke-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Ia mengatakan ekonomi kerakyatan hanya dapat berjalan dengan
baik apabila mata rantai ekonomi digerakkan secara partisipatif dan melibatkan
sebanyak mungkin kelompok masyarakat. Ekonomi kerakyatan berarti ekonomi yang
hidup, tumbuh dari bawah, dan memberi ruang bagi masyarakat untuk berproduksi,
memasarkan, serta menikmati hasil pembangunan secara adil.
Gubernur menjelaskan bahwa sejak awal berdirinya Republik
Indonesia, para pendiri bangsa telah meletakkan fondasi demokrasi politik dan
demokrasi ekonomi. Jika demokrasi politik diwujudkan melalui sila keempat
Pancasila, maka keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sebagaimana
tercantum dalam sila kelima hanya dapat terwujud apabila demokrasi ekonomi
berjalan dengan baik. Namun demikian, ia menilai bahwa demokrasi ekonomi belum
berjalan merata, sehingga masih terjadi pemusatan kekuatan ekonomi pada
segelintir pihak.
Karenait itu Gubernur Laka Lena menekankan pentingnya pemerataan ekonomi
melalui penguatan usaha rakyat. Ia berharap NTT, khususnya Kabupaten Lembata,
tidak lagi menjadi daerah yang konsumtif, tetapi bertransformasi menjadi provinsi
yang produktif, di mana masyarakat mampu memproduksi kebutuhan sendiri dan
saling membeli produk lokal secara berkelanjutan.
Dalam konteks tersebut, Gubernur mendorong keterlibatan
semua elemen masyarakat, termasuk lembaga keagamaan, seperti gereja, masjid,
pura, dan wihara, untuk ikut berkontribusi melalui kegiatan produksi ekonomi
umat. Menurutnya, potensi ekonomi dapat tumbuh dari berbagai ruang kehidupan
sosial masyarakat.
Ia menekankan
pentingnya hilirisasi potensi lokal, dengan mengangkat contoh pengolahan abon
ikan di Sumba Tengah sebagai praktik baik. Ia mengajak agar berbagai potensi
lokal yang ada di Lembata, baik hasil laut, pertanian, maupun olahan pangan,
dapat dikembangkan dan dipasarkan melalui NTT Mart sebagai etalase produk
daerah.
Laka Lena meminta
agar perlunya mendorong penguatan kerja sama kawasan antara Kabupaten Lembata,
Flores Timur, dan Alor dalam satu kawasan Lomblen–Lamatokan–Alor.
Ia meyakini, potensi besar yang dimiliki Lembata akan
berkembang lebih optimal apabila dikelola bersama dengan daerah sekitar, baik
dalam sektor pariwisata, ekonomi kelautan, maupun industri pengolahan. Kerja
sama kawasan ini diharapkan disusun secara konkret dengan pendampingan teknis
dari pemerintah provinsi.
Gubernur
mengusulkan penerapan konsep One Village One Product, One School One Product,
dan One Community One Product, dengan komposisi 80 persen produk berasal dari
Kabupaten Lembata dan 20 persen dari luar daerah sebagai penguat jejaring
ekonomi.
Ia menegaskan bahwa masyarakat NTT bukan miskin potensi
maupun sumber daya, melainkan perlu memperkuat karakter, tata kelola, dan
pendampingan keuangan agar usaha rakyat berjalan aman, modal terlindungi, dan
pengembalian usaha terjamin.
NTT Mart Lembata dikelola
oleh Dekranasda Kabupaten Lembata melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi
dan Pemerintah Kabupaten. Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan Perjanjian Kerja
Sama oleh Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Lembata dan Perdagangan Provinsi
NTT.
Sementara itu Kepala
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT Zet Sony Libing, dalam laporannya menyampaikan
bahwa NTT Mart merupakan inisiatif strategis Pemerintah Provinsi NTT yang
didukung APBD untuk menyerap dan memasarkan produk lokal dari berbagai sektor,
seperti kriya, fashion, dan kuliner.
Hadir pada kegiatan ini,
Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq,
pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Lembata, unsur Forkopimda, pimpinan
OPD, instansi vertikal, BUMN/BUMD, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelaku UMKM
dan IKM, serta insan pers. (*)

Berita Terkait
Tongkat Gembala Berganti, Pemkab Lembata Apresiasi Mgr. Kopong Kung dan Sambut Harapan Baru Uskup Monteiro
Ranperda Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Terancam Diproses Ulang
Meriah Perayaan Pesta Emas SDI I Waikomo
Buka Puasa Bersama Dihari Bersejarah, Pemkab Lembata Serukan Persatuan di Tengah Perbedaan
Dua Dusun KAT Lembata Mendapat Bantuan Rp 1,3 Miliar
Cetak Sawah 1 Hektar, Mewujudkan Lembata Yang Maju, Lestari dan Berdaya Saing
Golkar Baku Gigit, Gewura : Jangan Ada Pilatus
Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata Adakan Diklat Konten Matematika Berbasis Pembelajaran Mendalam
Veronika Ose : Tantangan Terberat Saat Ini Krisis Panutan dan Lemahnya Etika Kaum Muda
Dukung Pertumbuhan Ekonomi, Bank NTT Cabang Lewoleba Luncurkan Produk UMKM Jagung Titi Baleo